5 Bahan Berbahaya Ini Digunakan Sebagai Campuran Miras Oplosan, Penyebab Keracunan dan Kematian


Kasus miras yang dioplos kembali memakan korban. Minuman yang mengandung alkohol ini sering dijual bebas dan banyak dijual di warung-warung terdekat.
Miras oplosan yang beberapa hari terakhir menghiasi berbagai media baik itu media elektronik maupun media sosial.


Miras oplosan tersebut telah banyak memakan korban jiwa. Sedikitnya ada 82 korban tewas akibat mengonsumsi miras oplosan di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Tercatat di Jawa Barat ada 45 korban meninggal dunia, sedangkan di Jakarta ada 31 korban jiwa.
Tak hanya itu, puluhan orang lain juga masih menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat menenggak miras oplosan. Sayangnya, kasus korban jiwa yang berjatuhan akibat konsumsi miras oplosan terus saja berulang karena banyak faktor.
Salah satunya adalah ketidaktahuan (atau bahkan ketidakpedulian) banyak orang mengenai kandungan-kandungan berbahaya pada miras oplosan.
Hanya berpikir tentang kesenangan, tapi tak sadar bahwa miras oplosan dapat merenggut nyawa.



Berikut ini adalah beberapa bahan yang sering kali menjadi campuran miras oplosan

1. Metanol
Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, miras oplosan mengandung banyak zat berbahaya, yang salah satunya adalah metanol. Metanol bukanlah jenis alkohol untuk dikonsumsi. Metanol merupakan jenis alkohol yang digunakan untuk bahan bakar ataupun pelarut (misalnya pelarut cat, cairan pembersih, dan lain-lain).
Metanol juga merupakan bahan yang sangat beracun bagi manusia. Konsumsi sebesar 10 ml saja dapat menyebabkan kerusakan saraf mata.
Jika dikonsumsi lebih dari itu, dapat timbul efek keracunan skala berat hingga menyebabkan kematian. Karena sifatnya yang beracun, metanol sering digunakan sebagai bahan aditif bagi pembuatan alkohol untuk penggunaan industri.
Penambahan metanol disebut memberikan keuntungan bagi para peracik miras oplosan, karena menghindarkan pajak industri yang dikenakan ketika memakai etanol.
Padahal, biasanya etanol menjadi bahan utama untuk minuman keras yang biasa dikonsumsi. Menurut Roy Sparingga, mantan ketua Badan Pengendali Obat dan Makanan (BPOM) lewat cuitannya di Twitter, minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etil alkohol atau etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi atau tanpa destilasi.
Miras oplosan menggunakan alkohol technical grade yang mengandung metanol, sangat berbahaya! Apalagi miras oplosan ada yang sengaja ditambah metanol atau spiritus yang sulit dibedakan oleh masyarakat.
Tidak seperti dulu, bahan ini sengaja diberi pewarna agar tidak disalahgunakan.


2. Aseton
Dalam kehidupan sehari-hari, aseton biasa digunakan sebagai pelarut seperti perlarut cat, minyak, lilin, resin, plastik, lem, dan masih banyak lagi.
Selain itu, aseton juga dimanfaatkan untuk pembersihan dan pengeringan.
Dalam industri rumah tangga dan kosmetik, aseton dimanfaatkan untuk beberapa produk seperti pembersih alat-alat rumah tangga, deterjen, pembersih cat kuku, pembersih cat, dan lain-lain.
Meski sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, aseton juga dapat menyebabkan efek berbahaya bagi tubuh manusia.

Keracunan aseton biasa disebut dengan ketoasidosis yang terjadi apabila jumlah aseton dalam tubuh melebihi ambang batas normal.
Keracunan aseton juga bisa berasal dari dalam tubuh (seperti pada kondisi medis yang bersifat metabolik seperti diabetes tipe 1 dan tipe 2) maupun dari lingkungan sekitar.

Keracunan aseton juga bisa terjadi ketika zat ini dihirup, ditelan, atau diserap melalui kulit.
Menurut penuturan dari dr. Rio Aditya dari KlikDokter, thinner (kandungan aseton) sangat cepat diserap oleh tubuh.
Idealnya tubuh dapat menyerap thinner dalam waktu 1 jam

Meski demikian, apabila merasakan adanya gejala seperti sakit kepala, sulit berbicara, sulit bernapas, gangguan koordinasi, bahkan tak sadarkan diri, segera bawa diri ke unit gawat darurat.


3. Losion anti nyamuk
Efek losion anti nyamuk jika dikonsumi akan menyebabkan keluhan pencernaan hingga gangguan saraf dan pusing.
Hal ini akan sangat tergantung dari banyaknya losion yang tertelan.
Perawatan medis sangat dianjurkan untuk dilakukan untuk menghindari komplikasi yang mungkin timbul. Repellent atau losion anti nyamuk digunakan untuk melindungi tubuh dari gigitan nyamuk.
Di dalamnya terkandung zat kimia seperti DEET, permetrin, dan picaridin.
DEET adalah bahan kimia aktif yang terdapat pada produk pembasmi serangga.
Jadi, jika bahan pembasmi serangga dijadikan sebagai bahan pencampur miras oplosan, dapat dibayangkan akibat yang bisa ditimbulkan, yaitu keracunan.
Jika losion anti nyamuk yang ‘diminum’ jumlahnya banyak, dianjurkan untuk segera ke rumah sakit untuk dilakukan aspirasi cairan lambung untuk membersihkan lambung dari cairan losion anti nyamuk yang masih tersisa di lambung.


4. Ginseng
Dalam pengobatan tradisional, ginseng merupakan tanaman herbal yang diyakini punya banyak khasiat untuk mengatasi berbagai penyakit seperti infeksi saluran pernapasan dan diabetes.
Ginseng kaya akan asam folat, besi, mineral, serta enzim. Kandungan vitamin di dalam ginseng juga cukup beragam, seperti vitamin B1, B2, B12, dan C.
Ginseng yang sesungguhnya dan ‘ginseng’ kerap menjadi campuran miras oplosan atau menjadi kedok miras oplosan, tidak memberikan manfaat baik sama sekali.
Bahkan, ‘ginseng’ pada miras oplosan ini sama sekali tidak mengandung ginseng.
Dilansir dari laman Liputan6.com, Direktur Narkoba Polda Jabar, Kombes Enggar Pareanom menjelaskan bahwa komposisi ginseng racikan bermacam-macam.
Jenis yang populer adalah campuran dari air, alkohol 70 persen, pasta kue, dan beragam perasa sintetik seperti perasa jeruk, pisang, atau nangka.
Berdasarkan pengakuan dari salah seorang saksi yang pernah meminum miras ginseng, efeknya adalah pusing.
Selanjutnya peminum akan mengalami beberapa tahap keracunan, yang jika sudah sangat parah dapat mengakibatkan kematian.


5. Minuman berenergi
Umumnya, minuman berenergi yang mengandung kafein dikonsumsi tanpa dicampur apa pun. Namun, terkadang ada juga yang dicampur dengan minuman beralkohol seperti jenis minuman populer jagerbomb (campuran antara merek alkohol dan minuman berenergi tertentu). Sayangnya, tak banyak yang tahu bahwa mencampur minuman yang mengandung kafein dan minuman beralkohol dalam waktu yang bersamaan bisa berdampak buruk.
Karena banyak terjadi kasus keracunan karena campuran minuman ini, meminum keduanya dalam waktu bersamaan tidak dianjurkan. Pengaruh kafein dari berbagai macam minuman berenergi memang punya komposisi yang berbeda. Namun, kebanyakan mengandung kafein tinggi dan mungkin juga sudah ditambahkan zat lain seperti taurin, ginseng, dan vitamin B untuk menambah efek stimulan.
Sebetulnya kafein sendiri bila dikonsumsi tanpa alkohol merupakan zat yang relatif aman.
Namun, jika kafein yang dikonsumsi berlebihan dapat memiliki efek negatif seperti cemas, serangan panik, peningkatan tekanan darah, naiknya asam lambung, dan insomnia.
Dampaknya bisa semakin buruk jika Anda punya hipertensi atau mag.
Pada miras oplosan, mencampurkan minuman energi (termasuk yang jenis bubuk) dipercaya dapat mengurangi rasa pahit. Gabungan keduanya bisa memungkinkan terjadinya gagal jantung, bahkan kematian.
Dikatakan oleh dr. Karin, minuman berenergi, minuman bersoda, ataupun obat-obatan yang dicampur dengan minuman keras dapat menyebabkan interaksi kimia yang dapat meningkatkan risiko keracunan. Pada dasarnya konsumsi minuman beralkohol memberikan berbagai dampak negatif baik kesehatan fisik maupun mental, terutama dapat menyebabkan efek kecanduan.
Apalagi miras oplosan yang jelas-jelas mengandung berbagai bahan berbahaya yang tidak seharusnya dikonsumsi manusia, bisa berujung keracunan parah, kerusakan saraf mata, hingga kematian.
Pilihan terbaik, konsumsi minuman sehat yang dapat membawa kebaikan bagi tubuh.



Bahaya Tramadol, Obat Anti Nyeri Yang Sudah Banyak Di Salah Gunakan


Tramadol sejatinya merupakan obat dari golongan alagesik opiate, Obat ini bermanfaat untuk dapat mengatasi nyeri dengan tingkat yang sedang dan berat.
Penggunaan tramadol biasanya di berikan pada pasien pasien yang sudah menjalani operasi, untuk mengatasi nyeri saraf, jatuh akibat kecelakaan, keseleo parah dll.
Pemakaian obat ini pun harus di resepkan.
Obat tramadol ini sejatinya bermanfaat untuk kesehatan, Namun dewasa ini pemakaian obat tramadol tanpa resep dokter semakin merebak terlebih lagi di kalangan para kaula muda yang banyak menggunakan obat ini untuk mabuk mabukan karena efeknya
bisa menenangkan, membuat fly.
Tanpa pengawasan dokter obat ini akan menjadi racun bagi siapa saja yang
mengkonsumsinya dalam jangka waktu yang cukup lama.
Tramadol yang di konsumsi memang tidak menimbulkan efek kecanduan pada obatnya seperti pada obat terlarang namun karena tidak memiliki efek kecanduan ini lah obat tramadol bisa membuat kecanduan dari sifat penggunanya yang merasa obat ini tidak
membahayakan karena tidak menimbulkan kecanduan seperti obat terlarang lainnya, sehingga penggunaannya bisa berlangsung lama akibat dari sifat penggunanya yang merasa bebas tidak terberatkan dengan efek kecanduan dari obat itu sendiri.
Ambang batas penggunaan tramadol setiap harinya adalah tidak lebih dari 400 mg
sementara untuk usia 75 tahun ke atas tidak lebih dari 300 mg , Obat ini pun tidak di rekomendasikan untuk di berikan pada anak dibawah usia 17 an karena dapat menyebabkan efek samping yang parah.
Namun sayangnya penyalahgunaan obat tramadol ini lebih banyak di salah gunakan pada anak usia 17 an dimana memiliki tingkat resiko efek samping yang sangat tinggi.
Lantas kerusakan apa saja yang bisa di sebabkan karena penggunaan tramadol yang di salah gunakan? berikut merupakan efek samping tramadol :
Pusing dan limbung, Lelah dan mengantuk, Mual dan muntah, Muntah darah, Konstipasi dan sulit buang air kecil, Mulut kering, Perut kembung, Diare, lambung rusak, menurunnya daya ingat, fungsi sosial terganggu dan intelektual menurun serta berbagai kerusakan pada saraf pusat lainnya.
Dalam kondisi tertentu, tramadol dapat menyebabkan efek samping serius bagi anak-anak usia di bawah 17 tahun, seperti kesulitan bernapas, napas menjadi lebih lambat,
linglung, atau kesulitan tidur.
Disarankan untuk segera menghubungi dokter apabila terjadi hal-hal berikut setelah menggunakan tramadol:
Kejang, Sakit kepala yang hebat, Kesulitan bernapas, Nafsu makan menurun.


Pengertian TRAMADOL

Tramadol adalah salah satu obat pereda rasa sakit kuat yang digunakan untuk menangani nyeri sedang hingga berat (misalnya nyeri setelah operasi). Tramadol bekerja dengan cara memengaruhi reaksi kimia di dalam otak dan sistem saraf yang pada akhirnya mengurangi sensasi rasa sakit.

Merek dagang: Contram 50, Orasic, Tradosik, Tramofal, Dolgesik, Radol dan Tramal




Tentang Tramadol

GolonganAnalgesik opiate
KategoriObat resep
ManfaatMeredakan nyeri sedang hingga berat
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak di atas umur 12 tahun
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Bentuk obatKapsul, tablet, obat larut, suntik

Peringatan:

  • Jangan mengonsumsi tramadol lebih dari 400 mg per hari.
  • Untuk pengguna berusia 75 tahun ke atas, dosis maksimum per hari adalah 300 mg.
  • Tramadol sebaiknya tidak diberikan pada anak-anak usia di bawah 17 tahun karena dapat menimbulkan efek samping yang parah, walaupun jarang terjadi, yaitu kesulitan benapas.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan ginjal, hati, prostat, pernapasan, kelenjar adrenal, tiroid, epilepsi, hipotensi (tekanan darah rendah), konstipasi, peradangan usus, myastenia gravisgangguan saluran empedu, atau jika baru mengalami cedera kepala berat.
  • Perlu diingat bahwa ada beberapa jenis obat yang mengandung tramadol, tapi tidak 100 persen. Pastikan untuk membaca bahan yang terkandung dalam tiap obat. Hindari mengonsumsi dua atau lebih obat-obatan yang mengandung tramadol secara bersamaan untuk menghindari overdosis
  • Waspadai penggunaan tramadol pada orang dengan ketergantungan obat-obatan atau minuman keras.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera hubungi dokter.

Dosis Tramadol

Dosis penggunaan tramadol tergantung pada tingkat keparahan nyeri yang dirasakan oleh pasien. Meskipun begitu, konsumsi obat ini tidak boleh melebihi 400 mg per hari.
TujuanDosis dan Frekuensi
Untuk mengurangi rasa sakit secara cepat50-100 mg per 4-6 jam
Dosis penggunaan tramadol untuk jangka waktu yang lebih panjang akan diatur oleh dokter sesuai dengan kondisi kesehatan dan perkembangan pemulihan pasien. Untuk anak-anak usia di bawah 12 tahun, dosis dan penggunaan tramadol akan disesuaikan. Sementara itu, bagi manula yang berusia di atas 75 tahun, dianjurkan untuk tidak mengonsumsi tramadol lebih dari 300 mg per hari.

Mengonsumsi Tramadol dengan Benar

Tramadol dapat digunakan sebelum atau sesudah makan, dan sebaiknya digunakan hanya ketika sakit mulai muncul.
Gunakan tramadol segera untuk menggantikan jadwal penggunaan yang terlewat jika jeda dengan jadwal berikutnya tidak terlalu dekat. Namun jika jedanya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.
Jangan melebihi dosis serta durasi penggunaan yang telah ditentukan oleh dokter karena dapat menyebabkan ketergantungan. Penghentian penggunaan obat ini harus dilakukan secara bertahap, sesuai dengan petunjuk dokter.
Selama mengonsumsi tramadol, pasien dianjurkan untuk menghindari minuman keras dan obat-obatan yang dapat berdampak pada tingkat kesadaran (misalnya antihistamin dan obat penenang atau sedatif).
Selama menjalani pengobatan dengan tramadol, disarankan untuk tidak mengendarai kendaraan atau mengoperasikan mesin berat untuk menghindari kecelakaan.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah beberapa risiko yang mungkin terjadi jika menggunakan tramadol bersamaan dengan obat-obatan tertentu, di antaranya:
  • Meningkatkan potensi efek samping yang fatal, seperti risiko kejang, apabila digunakan bersama dengan obat antidepresan yang mengandung monoamine oxidase inhibitor (MAOi). MAOi merupakan kontraindikasi dalam penggunaan tramadol. Dengan kata lain, kedua obat ini tidak boleh digunakan bersamaan.
  • Meningkatkan risiko kejang atau sindrom serotonin jika digunakan bersama dengan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SRRI), Serotonin-Norepinephrine Reuptake Inhibitor (SNRI), antidepresan trisiklik (TCA), dan obat antikejang (misalnya bupropion, mirtazapine, dan, tetrahydrocannabinol).
  • Meningkatkan efek antidepresan dari norepinephrine, 5-HT agonists, atau litium, dan meningkatkan risiko perdarahan jika digunakan bersama dengan obat-obatan derivat kumarin, misalnya warfarin.
  • Carbamazepine dapat mengurangi kadar tramadol dalam darah.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Tramadol

Beberapa efek samping yang umum terjadi setelah menggunakan tramadol adalah:
  • Pusing dan limbung.
  • Lelah dan mengantuk.
  • Mual dan muntah.
  • Konstipasi dan sulit buang air kecil.
  • Mulut kering.
  • Perut kembung.
  • Diare.
Dalam kondisi tertentu, tramadol dapat menyebabkan efek samping serius bagi anak-anak usia di bawah 17 tahun, seperti kesulitan bernapas, napas menjadi lebih lambat, linglung, atau kesulitan tidur.
Disarankan untuk segera menghubungi dokter apabila terjadi hal-hal berikut setelah menggunakan tramadol:
  • Kejang.
  • Sakit kepala yang hebat.
  • Kesulitan bernapas.
  • Nafsu makan menurun.

Mengenal Bahaya Difteri pada Anak dan Balita


Belakangan ini wabah difteri kembali muncul di Indonesia dan sudah banyak korban nyawa yang berjatuhan akibat terserang penyakit ini, khususnya dari kalangan anak-anak. Penyakit difteri merupakan penyakit yang sangat menular, akibat infeksi bakteri yang menyerang selaput lendir di hidung dan tenggorokan. Kebanyakan yang terserang difteri adalah anak-anak dan balita, dengan jumlah sembilan puluh persen tidak mendapat vaksin difteri sebelum usia 1 tahun yang disebut vaksin DPT. Vaksin DPT tidak hanya bermanfaat untuk mencegah bahaya difteri pada anak, namun juga mencegah tetanus pada anak dan cara mengatasi batuk pada anak terutama batuk rejan.

Penyebab Difteri pada Anak
Penyakit difteri menjadi ancaman bagi masyarakat Indonesia, karena sangat berbahaya dan penularannya yang sangat cepat dapat membuat penyakit ini meluas dengan waktu yang singkat. Difteri merupakan salah satu penyakit yang muncul akibat bahaya bayi tidak diimunisasi, karena itu orang tua wajib memberikan imunisasi pada anaknya dan mengetahui jenis-jenis imunisasi dan manfaatnya demi kebaikan anak. Imunisasi menjadi cara meningkatkan kekebalan tubuh anak yang paling tepat sehingga anak terhindar dari penyakit berbahaya seperti difteri.
Difteri disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae yang penyebarannya sangat mudah dan cepat. Jika terdapat satu orang anak saja yang terkena difteri, maka dengan cepat akan menular ke anak yang lain dan menjadi wabah atau kejadian luar biasa di daerah tempat tinggal anak tersebut. Anak yang tidak mendapat vaksin difteri lebih rentan terkena difteri karena imunitas tubuhnya tidak cukup kuat untuk melawan bakteri yang masuk ke dalam tubuhnya. Cara penyebaran bakteri tersebut yang paling sering adalah percikan ludah penderita yang mengenai orang lain saat ia bersin atau batuk. Atau bisa juga melalui kontak langsung pada benda yang sudah terdapat bakteri penyebab difteri.

Gejala dan Bahaya Difteri pada Anak
Anak yang terserang difteri biasanya tidak langsung merasakan gejalanya, namun biasanya difteri menunjukkan beberapa gejala yang muncul di sekitar hidung dan tenggorokan, dan sering dianggap sebagai penyebab radang tenggorokan pada anak. Gejala difteri juga sering dianggap sebagai bronkitis akut dan kronis pada bayi dan anak karena menunjukkan gejala batuk dan sesak napas. Jika difteri terlambat ditangani anak dapat meninggal dunia akibat sesak napas dan menyebarnya racun di dalam darah. Beberapa gejala difteri yang paling sering muncul yaitu:
  • Pilek yang cukup parah dan lendir yang keluar dari hidung bisa bercampur dengan darah.
  • Anak mengalami kelelahan dan tubuh terasa sangat lemas.
  • Merasakan sakit di tenggorokan dan terkadang suara menjadi serak, yang juga merupakan bahaya anak kurang minum air putih.
  • Terbentuk lapisan abu-abu pada tenggorokan hingga menyelimuti amandel.
  • Anak mengalami demam dan menggigil.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
  • Anak bernapas dengan cepat dan sesak napas.
  • Muncul borok jika bakteri difteri menyerang kulit anak.
Pengobatan Difteri
Penyakit difteri harus segera diobati saat anak terdiagnosis agar penyakit tersebut dapat disembuhkan. Terlambat mendapat penanganan dapat menyebabkan nyawa anak terancam karena difteri dapat merenggut jiwa. Saat anak terkena difteri, ada beberapa pengobatan yang perlu dilakukan yaitu:
  1. Dokter akan memasukkan anak tersebut ke ruang isolasi agar difteri tidak menular ke orang lain.
  2. Setelah berada di ruang isolasi anak akan diberikan antibiotik selama dua minggu, dan bisa ditambah jika setelah dua minggu masih ditemukan bakteri difteri dalam tubuhnya.
  3. Pemberian antitoksin juga diperlukan karena bakteri difteri menghasilkan racun yang mengalir dalam pembuluh darah. Jika tidak dibersihkan racun tersebut dapat menyerang jantung dan ginjal sehingga menyebabkan penyakit komplikasi.
  4. Setelah dinyatakan sembuh, anak juga akan diberikan vaksin difteri untuk mencegah penyakit tersebut menyerang kembali.
  5. Kemungkinan dokter juga akan melakukan pengangkatan lapisan abu-abu di tenggorokan jika anak mengalami sesak napas. Jika terjadi borok maka borok harus dibersihkan dengan teliti menggunakan air dan sabun antiseptik.
Pencegahan Difteri
Cara melindungi anak dari difteri yang paling efektif adalah dengan memberikannya vaksin DPT saat imunisasi, untuk mencegah  difteri, pertusis atau batuk rejan dan tetanus. Pemberian vaksin dilakukan pada saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, satu setengah tahun dan lima tahun. Vaksin tersebut harus diberikan secara lengkap agar anak mendapat perlindungan yang optimal. Jika anak mendapat vaksin yang lengkap, maka seumur hidup anak akan terlindungi dari penyakit difteri yang mengancam nyawa anak.
Bahaya difteri pada anak memang sangat mengerikan dan kita sebagai orang tua harus bisa memberikan perlindungan terbaik bagi anak dengan mengikutsertakan anak dalam imunisasi. Imunisasi juga menjadi cara mencegah wabah difteri berkembang di Indonesia, dan jika semua orang tua sadar akan pentingnya imunisasi maka difteri dapat dimusnahkan.

Penyebab dan Gejala Penyakit Difteri Pada Anak


Difteri merupakan salah satu jenis penyakit menular yang menginfeksi saluran pernapasan atas. Bahkan pada sebagian kasus, difteri menginfeksi kulit dan selaput lendir. Bakteri penyebab penyakit difteri yaitu Corynebacterium diphteriae. Pada awalnya gejala difteri yaitu ditandai dengan terbentuknya lapisan pada selaput lendir di bagian saluran napas. Disamping itu, adanya kerusakan pada bagian otot jantung dan sistem saraf.
Pada umumnya gejala difteri pada anak yaitu sesak nafas, panas, sakit tenggorokan pada waktu menelan makanan, adanya selaput warna putih pada tenggorokan dan terjadi pembengkakan. Untuk lebih rincinya, berikut ini beberapa gejala difteri pada anak.
  • Terjadi pembengkakan kelenjar limfa pada bagian leher.
  • Demam dan menggigil.
  • Lemah dan lemas.
  • Kesulitan bernafas atau bernafas cepat.
  • Hidung selalu mengeluarkan lendir, bahkan sesekali terdapat darah dalam lendir tersebut.
  • Adanya membran abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
  • Tenggorokan sakit disertai suara serak.
Biasanya penyakit difteri pada anak hanya bersifat ringan saja. Namun kondisinya akan semakin parah jika kondisi tubuh anak semakin melemah dan merasakan sakit ketika menelan. Disamping itu, akan terjadi pembengkakan pada bagian laring dan faring sehingga menyebabkan terhambatnya saluran pernafasan. Biasanya anaka akan cenderung kesulitan untuk bernafas.
Secara umum penyakit difteri pada anak diakibatkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae. Mikroorganisme tersebut merupakan bakteri gram positif. Bakteri ini tahan dalam keadaan kering  dan beku. Namun bisa mati dalam proses pemanasan suhu sekitar 60 derajat celcius. Adapun faktor yang menyebabkan terjadinya infeksi difteri yaitu sebagai berikut:
  • Faktor lingkungan tidak sehat sehingga memudahkan penularan dan infeksi bakteri difteri.
  • Tidak mendapatkan imunisasi secara lengkap.
  • Kualitas vajksin imunisasi tidak bagus.
  • Akses pelayanan kesehatan kurang dan pengetahuan sang ibu rendah mengenai penyakit tersebut.
Penularan bakteri difteri bisa melalui percikan ludah dari orang yang menderita infeksi tersebut. Selain itu, penyakit ini bisa menular melalui benda atau makanan yang bersentuhan dengan penderita difteri. Kontak langsung dengan penderita difteri merupakan cara penularan yang paling berbahaya.
Bakteri difteri pada umumnya memproduksi toksin yang akan membunuh sel-sel pada bagian tenggorokan. Nah, ketika sel-sel tersebut mati maka akan membentuk membrane berwarna abu pada tenggorokan. Pada kondisi yang lebih parah, toksin tersebut akan masuk ke dalam darah sehingga beresiko menyerang jantung.
Penularan penyakit difteri pada anak bisa dicegah dengan beberapa cara berikut ini:
  • Imunisasi dasar lengkap (DPT-HB sebanyak 3 kali)
  • Imunisasi DT saat anak menginjak usia Sekolah Dasar
  • Lanjut imunisasi TD.
Cara lain untuk mencegah penularan tersebut yaitu:
  • Menjaga kebersihan lingkungan dan badan. Biasakan supaya anak selalu mencuci tanagn sebelum makan.
  • Hindari kontak langsung dengan penderita.
  • Menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga.
  • Menutup hidung ketika bersin.
  • Mengkonsumsi makanan bergizi.
Nah, itulah penjelasan singkat mengenai penayakit difteri pada anak. Pencegahan bisa dilakukan sejak dini dengan mengikuti program imunisasi lengkap. Selain itu, untuk menunjang kesehatan si kecil sebaiknya Anda memberikan asupan makanan yang bergizi.

15 Buah yang Di Anjurkan untuk penderita diabetes

 Penderita diabetes harus mengontrol makanan yang mereka konsumsi. Tidak semua buah dan sayuran dapat mereka konsumsi setiap hari. Ada beberapa makanan yang harus dihindari, meski makanan itu tergolong sehat. Berikut adalah buah-buahan yang baik dikonsumsi penderita diabetes karena dapat mengatur kadar gula darah dalam tubuh, seperti dilansir Boldsky.
1. Kiwi 
buah kiwi

Salah satu buah terbaik untuk penderita diabetes adalah kiwi. Kiwi dapat menurunkan tingkat gula darah dalam tubuh.

2. Ceri 
buah ceri

Ceri memiliki tingkat indeks glikemik 20 dan kadang-kadang kurang dari itu karena bisa bervariasi. Ini adalah buah yang sehat untuk penderita diabetes untuk mengatur kadar darah.

3. Jambu biji 


jambu biji


Buah jambu mengontrol diabetes dan juga baik untuk sembelit. Jambu biji tinggi vitamin A, Vitamin C dan serat. Namun, buah ini memiliki GI yang cukup rendah.

4. Jamblang


Add caption

Ini merupakan buah yang baik untuk pasien diabetes. Buah ini membantu meningkatkan kontrol gula darah. 

5. Persik 
buah persik
Persik adalah buah yang cukup lezat untuk pasien diabetes. Buah ini juga sangat rendah GI.

6. Berries 
buah berries
Jika Anda seorang pasien diabetes, Anda dapat memilih salah satu buah berries favorit Anda, seperti stroberi atau raspberry. Pasien diabetes bisa mengonsumsi buah untuk menjaga kadar gula mereka.

7. Apel 
apel
Apel banyak mengandung antioksidan, yang membantu mengurangi kadar kolesterol. Buah ini juga membersihkan sistem pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memberikan banyak nutrisi untuk tubuh.

8. Nanas 
buah nanas
Buah ini baik untuk penderita diabetes. Nanas bermanfaat untuk tubuh karena mereka memiliki sifat anti-virus dan anti-inflamasi yang baik untuk pasien diabetes.

9. Pir 
Buah Pir
Jika Anda adalah pasien diabetes, pir adalah buah yang baik bagi Anda. Selain kaya vitamin dan serat, pir juga membantu mengatur kadar darah dalam tubuh.

10. Pepaya
Buah Pepaya
Buah pepaya ini baik untuk penderita diabetes karena mereka kaya akan vitamin dan mineral lainnya.

11. Jeruk
Buah Jeruk
Buah jeruk adalah buah terbaik untuk pasien diabetes. Buah ini dapat dikonsumsi setiap hari oleh pasien karena mereka kaya akan vitamin C. Ini membantu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

12. Semangka 
Buah Semangka
Indeks glikemik semangka sangatlah rendah, yang membuat mereka baik untuk pasien diabetes. Tetapi, pastikan bahwa Anda mengonsumsi buah ini dalam jumlah terbatas atau tidak berlebihan.

13. Delima
Buah Delima
Buah delima merah baik untuk penderita diabetes karena membantu meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh.

14. Nangka
Buah Nangka
 
Nangka adalah buah yang baik untuk pasien diabetes. Ini membantu meningkatkan resistensi insulin dalam tubuh. Nangka juga mengandung vitamin C dan vitamin A.

15. Belimbing
Buah Belimbing
Belimbing baik bagi penderita diabetes karena membantu meningkatkan kontrol gula darah.

Inilah lima belas buah yang baik dikonsumsi untuk penderita diabetes. Pastikan bahwa Anda selalu memantau tingkat gula darah Anda dan menghindari makanan yang dapat memicu naiknya gula darah.

Popular Posts